Progres Pengerjaan DAS Ampal Lambat, Pemilik Usaha Keluhkan Sepinya Pengunjung

Kondisi pengerjaan di depan rumah makan Mie Jogja MT Haryono (foto/Ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Pengerjaan proyek pengendalian banjir DAS Ampal dikawasan Jln MT Haryono kembali menuai keluhan dari pemilik usaha dikawasan tersebut.

Lambatnya progres pengerjaan membawa dampak menurunnya omzet penjualan yang dirasakan pemilik usaha.

Bacaan Lainnya

Yana misalnya, pedagang Mie Jogja dikawasan MT Haryono ini mengaku pengunjung rumah makannya menurun sejak adanya proyek DAS Ampal yang dikerjakan oleh PT Fahreza Duta Perkasa selaku kontraktor.

“Kalau pengunjung berkurang itu pasti mas, apalagi kami jual makanan, pembeli yang datang mulai berkurang karena debu,” keluh Yana.

Yana menambahkan, sebelum ada pengerjaan proyek DAS Ampal, biasanya setiap akhir pekan atau weekend pengunjung selalu ramai.

Material proyek DAS Ampal yang hanya menumpuk di pinggir jalan

Namun kenyataannya, sekarang ini sejak ada pengerjaan proyek pengunjung yang datang di akhir pekan sangat sedikit.

“Ya..kalau tempat kami akses jalan ke area parkiran memang tidak dihancur semua, masih ada sedikit jalan untuk mobil datang dan parkir. Tapi mungkin juga karena debu ditambah akses masuknya kecil, jadi jarang ada yang singgah,” akunya.

Hal senada disampaikan Nia Juniarti, Leader Andalas MT Haryono inipun mengeluhkan dampak pengerjaan proyek DAS Ampal.

Dikatakan dirinya, sejak adanya pengerjaan peoyek DAS Ampal, penjualan sering tidak mencapai target.

“Target penjualan menurun. Jadi kita kasih solusi untuk pengunjung yang enggan datang kesini kita arahkan ke Toko Andalas All Black di samping Roti Tiam,” imbuhnya.

Tak hanya itu, dirinya beserta karyawan lainnya harus mendapat kerja tambahan yakni membersihkan kaca toko sebanyak 3 kali dalam sehari.

“Debu masuk, jadi kita harus sering-sering bersihkan area kerja,” ucapnya.

“Air bersih juga susah, karena pipanya rusak akibat terkena proyek,” sambungnya.

Disinggung mengenai aktifitas pekerja dilokasi proyek. Nia mengatakan pekerjaan hanya dilakukan malam hari saja, sementara kalau siang hari jarang sekali terlihat yang bekerja.

“Kalau kerjanya saya sering lihat malam mulai dikerjakan, karena jalanan ditutup satu jalur. Kalau siang saya lihat jarang ada pengerjaan, paling cuma beberapa pekerja saja yang terlihat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait