Ratusan Warga Padati Reses H Kamaruddin Ibrahim, Persoalan PDAM Banyak Dikeluhkan Warga

Anggota DPRD Kota Balikpapan, H Kamaruddin Ibrahim saat menyapa warga Balikpapan Barat (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Seiring terus menurunnya debit air di waduk milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau lebih di kenal PDAM akibat kemarau.

Permasalahan sulitnya mendapatkan air bersih menjadi keluhan warga setiap anggota DPRD Kota Balikpapan melaksanakan Serap Aspirasi (Reses). Seperti yang terjadi pada reses Anggota DPRD Kota Balikpapan H Kamaruddin Ibrahim di lingkungan RT 17, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat (30/10/2023).

Bacaan Lainnya

Nurmiati misalnya, Ketua RT 11 inipun tidak segan-segan menanyakan keluhan warganya, lantaran sulit mendapatkan air bersih.

“Persoalan air bersih ini sudah dirasakan warga saya sejak 6 bulan, kita sudah sering melakukan demo di PDAM. Tapi tidak ada penyelesaiannya,” ucap Nurmiati.

Selain air bersih, persoalan Narkoba turut disuarakan Baktiar warga 40 Gn Bugis. Dikatakan dirinya, perlu keseriusan dalam pemberantasan narkoba dilingkungannya,

Tak hanya itu, Baktiar juga menyampaikan usulan pembangunan lapangan terbuka untuk warganya di Gn Bugis, agar bisa dimanfaatkan anak-anak untuk bermain, sehingga mampu mengurangi kecanduan Gadget atau Gawai atau Handphone.

Adapun Dini, Warga RT 39 yang mengusulkan adanya program penukaran tabung Gas LPG 3 Kg ke ukuran LPG 5 Kg.

Menyikapi usulan tersebut, H Kamaruddin Ibrahim atau karib disapa H Aco inipun mengatakan, sulitnya mendapatkan air bersih di Balikpapan lantaran kota Balikpapan hanya mengandalkan air tadah hujan kedalam waduk. Sehingga ketika musim kemarau tiba, warga susah mendapatkan air bersih, sehingga harus di gilir pendistribusiannya.

Ratusan warga yang hadir memadati pelaksanaan Reses yang digelar H Kamaruddin Ibrahim

Selain itu, politisi Nasdem yang akan maju sebagai Calon Legislatif DPRD Provinsi Kaltim, Dapil Kota Balikpapan inipun mengatakan lambatnya antisipasi PDAM atau PTMB untuk menghadapi permasalahan air bersih.

Adapun solusi dalam penanggulangan air bersih dikota Balikpapan dengan cara melakukan Desalinasi atau penulingan air laut bisa saja dilakukan, namun harus membutuhkan biaya, lahan dan tenaga listrik yang besar.

Ia menuturkan, Balikpapan nantinya juga akan mendapatka suplai air bersih dari Waduk Sepaku yang ada di IKn dengan kapasitas 500 liter/detik. Hanya saja dengan kapasitas tersebut masih belum mencukupi kebutuhan air bersih di Balikpapan.

Oleh karena itu, wacana yang saat ini tengah diperbincangkan di DPRD Kota Balikpapan yakni dengan melakukan pemasangan pipa dari Samarinda ke Balikpapan, dengan mengambil sumber air melalui air Sungai Mahakam.

Sedangkan persoalan Narkoba dan Gadget, dirinya meminta agar peran orangtua bisa lebih ditingkatkan dan maksimalkan dalam pengawasannya, sehingga anak-anak bisa terhindar dari pergaulan yang dapat menyeret kelingkaran narkoba.

Menyoal usulan penukaran tabung LPG 3 Kg menjadi 5 Kg, dirinya hanya menyampaimkan jika program penukaran LPG tersebut, merupakan program CSR PT Pertamina.

Kalaupun warga nantinya mau menukarkan tabung 3 Kg miliknya ke ukuran 5 Kg, maka warga harus sudah siap tidak menerima subsidi lagi dari pemerintah, karena tabung LPG 3kg mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Disinggung mengenai ada tidaknya usulan perbaikan infrastruktur, H Aco hanya menyampaikan kalau usulan infrastruktur dirinya meminta kepada ketua RT agar menyampaikan usulannya secara tertulis, dengan dilengkapi foto dan surat permohonan.(*)

Pos terkait