Seputarkotaku.com, Balikpapan – Guna memenuhi daya tampung tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, tahun ini telah membangun 2 gedung sekolah, baik di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur.
Dihubungi awak media, Selasa (9/7/2024). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan bahwa pembangunan sekolah dikawasan Balikpapan Tengah atau tepatnya di Lapangan Manuntung, Telaga Sari, Balikpapan Kota sudah mulai dikerjakan.
Irfan Taufik menyebut, lama pekerjaan pembangunan SMP Negeri di Balikpapan Tengah hanya kurang lebih 5 bulan tersisa dengan masa berakhir kontrak di Desember 2024 mendatang.
“Sudah..sudah mulai dikerjakan, kita targetkan pekerjaannya selesai di akhir bulan Desember 2024,” terangnya.
Terpisah, Suyono selaku Kepala Pelaksana Lapangan PT. Norma Noor mengakui proses pengerjaan baru saja di mulai. Dimana prosesnya tengah dilakukan pembangunan siring diarea lokasi titik gedung sekolah yang akan dibangun.
Yono biasa disapa, bentuk gedung sekolah ini nantinya akan berbentuk seperti Huruf U. Yang mana ditengah-tengah gedung terdapat halaman atau lapangan untuk olahraga.
Masih Yono, dirinya merasa optimis dengan pekerjaan pembangunan sekolah tersebut, meskipun waktu yang ada hanya tersisa kurang lebih 6 bulan, sebelum berakihr di Desember mendatang.
“Kalau kami tetap optimis ini bisa selesai tepat waktu,” akunya dengan semangat.
Ia menjelaskan, untuk mengejar waktu pembangunan agar selesai tepat waktu, pihaknya akan memaksimalkan dengan memperbanyak jumlah pekerja.
Selain itu, membagi waktu pekerjaan baik shift siang dan malam, kemungkinan akan dilakukan.
“Oia..kita akan kerjakan siang dan malam, mau tidak mau harus kita maksimalkan,” katanya.
“Kalau soal tenaga kerja, dalam waktu dekat akan kita datangkan dari Pulau Jawa. Meskipun begitu kami tidak mengabaikan warga sekitar lokasi pekerjaan. Kalau memang ada yang mau bekerja silahkan,” sambungnya.
“Total pekerja saat ini ada sekitar 40 orang, termasuk warga lokal yang bekerja. Kalau maksimal kebutuhan pekerjanya bisa sampai 90 orang. Dan total anggaran pembangunannya kurang lebih 25 miliar,” pungkasnya.(*)





