Seputarkotaku.com, Balikpapan – Gelombang pensiun pegawai setiap tahun menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Bagaimana tidak, rata-rata lebih dari 100 pegawai memasuki masa pensiun setiap tahunnya, sementara perekrutan pegawai baru belum sebanding dengan jumlah yang berkurang. Akibatnya, kekosongan tenaga kerja mulai terasa di berbagai sektor pelayanan masyarakat.
Kepala BKPSDM Balikpapan, Purnomo, menuturkan kekurangan paling mendesak terjadi di Kelurahan. Jabatan struktural di tingkat ini membutuhkan pegawai dengan pangkat eselon IVB, namun jumlahnya masih terbatas.
“Kelurahan menjadi ujung tombak pelayanan publik, tapi kita masih kekurangan pejabat dengan kualifikasi yang sesuai,” jelasnya, Jumat (3/10/2025).
Menurut Purnomo, para pegawai didorong meningkatkan kualifikasi melalui pendidikan formal maupun pelatihan agar bisa naik pangkat. Proses pelaporan ijazah ke BKPSDM juga wajib dilakukan agar data terbaru bisa diproses untuk promosi jabatan.
Kekurangan SDM tak hanya dirasakan di birokrasi, tetapi juga di sekolah dan fasilitas kesehatan. Pertumbuhan sekolah baru setiap tahun menambah kebutuhan guru, sedangkan pembangunan layanan kesehatan menuntut tambahan tenaga medis.
“Kalau tidak diantisipasi, layanan pendidikan dan kesehatan bisa terganggu,” katanya.
Selain itu, perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) pada sejumlah OPD ikut memicu kebutuhan pegawai baru. Namun, untuk saat ini Pemkot masih memprioritaskan penataan tenaga non-ASN sesuai instruksi pemerintah pusat sebelum membuka formasi umum secara lebih luas.
“Setiap tahun ada sekitar 100 pegawai pensiun. Itu belum termasuk kebutuhan tambahan dari sektor pendidikan, kesehatan, dan penyesuaian SOTK,” pungkas Purnomo.(*)





