Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) se-Kaltim di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026).
Forum ini menjadi ajang konsolidasi besar partai sekaligus evaluasi menyeluruh pasca Pemilu 2024 dan 2025.
Ribuan kader dan simpatisan dari berbagai daerah hadir, bersama jajaran pengurus cabang, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah.
Muscab ini juga dihadiri sejumlah petinggi partai, termasuk anggota DPR RI dari PKB, DR. Imam Syukri, yang mewakili Dewan Pengurus Pusat (DPP).
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat langkah politik ke depan.
“Kami harus mengakui masih ada program yang belum berjalan optimal. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan PKB bisa lebih efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Syafruddin.
Ia menekankan, PKB harus bertransformasi menjadi partai yang lebih modern dan adaptif, dengan mengedepankan kualitas kader yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga berintegritas dan dekat dengan rakyat.

“PKB ingin mencetak kader yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, PKB juga menegaskan kembali manifesto politiknya. Partai berlambang bola dunia itu ingin menghadirkan wajah politik yang lebih santun dan berorientasi pada keteladanan.
“Jangan hanya tampil gagah sebagai wakil rakyat. Kader PKB harus menjadi teladan—rendah hati, hadir di tengah masyarakat, dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” kata Syafruddin.
Menurutnya, politik tidak boleh berhenti pada retorika, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata, terutama dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.
“PKB harus berpolitik dengan kehadiran. Kita harus ada saat rakyat membutuhkan, bukan hanya saat pemilu,” tambahnya.
Sementara itu, DR. Imam Syukri menegaskan pentingnya Muscab sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat struktur dan militansi kader di daerah.
“PKB memang harus selalu hadir di tengah masyarakat agar tahu langsung persoalan yang mereka hadapi. Dari situ lahir kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia berharap, melalui Muscab ini, seluruh kader dan simpatisan semakin solid dan memiliki semangat juang yang tinggi dalam membesarkan partai.
“Kami ingin ada peningkatan kualitas kader dan kekompakan organisasi. Dengan begitu, PKB bisa semakin kuat menghadapi kontestasi politik ke depan,” katanya.
Selain evaluasi, Muscab juga menegaskan target politik PKB Kaltim pada pemilu mendatang, yakni meraih minimal 11 kursi di parlemen. Target tersebut diyakini realistis jika seluruh struktur partai bekerja maksimal hingga tingkat akar rumput.
Di akhir acara, Syafruddin kembali menegaskan komitmen partainya untuk terus bergerak dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin PKB tidak hanya bicara perubahan, tetapi benar-benar mewujudkannya. Politik harus menjadi alat untuk mensejahterakan rakyat,” tutupnya.(*)





