Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Kekecewaan terhadap kinerja dan sikap pimpinan PTMB mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan, Andi Sarifuddin Oddang, S.H., M.H di RT 21 Kelurahan Karangjoang, Balikpapan Utara, Rabu (29/04/2026).
Ketidakhadiran Direktur PTMB dalam forum yang membahas persoalan air bersih menjadi sorotan utama dan memicu kritik tajam.
Sejak awal kegiatan, reses yang diharapkan menjadi ruang solusi justru berubah menjadi forum pelampiasan kekecewaan warga. Masalah distribusi air bersih dan sulitnya pemasangan sambungan rumah (SR) mendominasi, namun pihak yang dinilai paling berwenang mengambil keputusan strategis justru tidak hadir.
Oddang tidak menutupi kekecewaannya. Ia menilai absennya Direktur PTMB sebagai bentuk ketidakseriusan dalam merespons persoalan mendasar masyarakat.
“Sebagian besar keluhan warga soal air bersih. Tapi yang punya kewenangan mengambil keputusan justru tidak hadir. Ini sangat mengecewakan,” tegas Oddang.
Menurutnya, kehadiran pimpinan tertinggi sangat penting untuk memastikan adanya solusi konkret, bukan sekadar penjelasan teknis dari perwakilan.
“Kita butuh keputusan, bukan hanya penjelasan normatif. Kalau direktur hadir, persoalan bisa langsung diputuskan langkahnya,” ujarnya.
Kekecewaan tersebut semakin menguat setelah terungkap bahwa persoalan air bersih di wilayah Karangjoang telah berlangsung lama tanpa kepastian penyelesaian. Warga mengaku terbebani karena harus menanggung biaya pembangunan pipa induk secara mandiri.
Ketua LPM Karangjoang, Jafar Sodiq, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia menyebut persoalan ini sebagai ironi, mengingat wilayahnya dilalui jaringan pipa utama.
“Daerah kami dilalui pipa utama, tapi pemasangan sambungan rumah justru sulit. Ini tidak masuk akal dan sangat menyulitkan warga,” kritiknya.
Ia juga menilai, tanpa kehadiran pimpinan PTMB, forum reses kehilangan momentum penting untuk menghasilkan keputusan konkret.
“Kalau yang hadir hanya perwakilan, sementara keputusan ada di pimpinan, tentu sulit berharap ada solusi cepat. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” tambahnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Oddang kembali menegaskan akan membawa persoalan ini ke tingkat pembahasan lebih lanjut dan mendesak adanya tanggung jawab nyata dari PTMB.
“Ini persoalan lama yang terus berulang. Warga sudah bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian. Kami akan kawal agar ada solusi konkret, bukan janji yang terus diulang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti nasib warga Kilometer 12 yang hingga kini belum mendapatkan akses air bersih meski telah lama mengajukan permohonan.
“Saya minta kejelasan. Apakah PTMB serius membantu warga atau tidak? Jangan biarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya.(*)





