Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, meminta masyarakat dan panitia pelaksana kurban lebih memperhatikan pengelolaan limbah hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ia mengingatkan agar limbah pemotongan hewan, khususnya jeroan dan kotoran, tidak dibuang sembarangan apalagi hingga mencemari kawasan pesisir dan laut.
Menurut Yusri, persoalan limbah kurban kerap menjadi perhatian setiap tahun karena masih ditemukan masyarakat yang membuang sisa pemotongan hewan langsung ke perairan. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan aroma tidak sedap bagi warga sekitar.
“Kami mengimbau seluruh panitia kurban agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang limbah hewan kurban sembarangan, terutama ke laut,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Ia meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan aktif melakukan pengawasan selama proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Selain itu, aparat kewilayahan seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Linmas juga diharapkan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Perlu ada patroli dan sosialisasi bersama, khususnya di lokasi pemotongan hewan kurban yang berada dekat kawasan pesisir pantai. Jangan sampai jeroan dibuang ke laut karena dampaknya bisa mengganggu lingkungan,” katanya.
Yusri menilai penanganan limbah kurban harus menjadi perhatian serius karena Balikpapan merupakan kota jasa yang juga mengedepankan kebersihan dan estetika lingkungan. Karena itu, seluruh panitia kurban diharapkan menyiapkan tempat pembuangan sementara untuk limbah sebelum diangkut ke lokasi yang sesuai.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat Iduladha bukan hanya soal ibadah dan berbagi kepada sesama, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Pelaksanaan kurban harus tetap berjalan tertib, bersih dan nyaman. Jangan sampai setelah pemotongan justru menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan sekitar,” tutupnya.(*)





