Momen yang Tak Terulang, Hj. Iim Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman, S.,Pd.,I (foto: seputarkotaku.com)

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Hari pertama masuk sekolah bukan hanya menjadi awal dimulainya proses belajar mengajar, tetapi juga dapat menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Karena itu, Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj. Iim Rahman, menyambut baik imbauan Pemerintah Kota Balikpapan terkait Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Masuk Sekolah.

Bacaan Lainnya

Menurut Hj. Iim, gerakan tersebut memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mengantar anak ke sekolah. Kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah akan menjadi pengalaman yang membekas dan memberikan dukungan emosional bagi anak saat memasuki lingkungan belajar.

“Kalau dulu ada yang tidak pernah merasakan diantar ayah ke sekolah, jangan sampai hal itu terulang pada anak-anak kita. Ini menjadi momen yang manis, terutama bagi anak-anak usia TK hingga sekolah dasar yang masih sangat membutuhkan kehadiran orang tua,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, usia 5 hingga 8 tahun merupakan masa emas untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak. Seiring bertambahnya usia, anak akan lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya sehingga kesempatan menciptakan ikatan yang kuat bersama orang tua menjadi semakin berkurang.

“Nanti kalau sudah besar, mereka mungkin sudah malu diantar. Bahkan dicium orang tuanya saja kadang sudah tidak mau. Karena itu, kesempatan saat mereka masih kecil harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Tak hanya mengantar ke sekolah, Hj. Iim juga mengajak para ayah untuk membiasakan memberikan pelukan kepada anak sebagai bentuk kasih sayang. Menurutnya, perhatian sederhana seperti pelukan mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

Ia menilai anak yang tumbuh dengan limpahan kasih sayang akan lebih mudah memahami pentingnya perhatian dari orang tua. Bahkan, tidak sedikit anak yang secara spontan meminta dipeluk ketika merasa belum mendapatkan perhatian tersebut.

Hj. Iim berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial setiap awal tahun ajaran, tetapi menjadi budaya yang mendorong keterlibatan ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Selagi anak-anak masih senang dipeluk, masih senang diantar, manfaatkan momen itu. Nanti ketika mereka sudah besar, belum tentu mereka mau lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk hadir dan menciptakan kenangan indah bersama anak-anak kita,” pungkasnya.(*)

Pos terkait