Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Target satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) menjadi sasaran politik Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya kota Balikpapapn.
Utuk merealisasikannya, partai mulai menghitung kekuatan suara sekaligus memastikan struktur organisasi berjalan hingga tingkat paling bawah.
Diwawancarai awak media, Ketua DPC Hanura Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mengatakan target tersebut tidak dibuat secara muluk-muluk. Hanura memilih fokus pada penguatan mesin partai dan mengonversi potensi suara menjadi perolehan kursi legislatif.
“Cara targetkan itu bagaimana caranya untuk mengonversi sejumlah suara itu untuk mendapatkan satu kursi. Jadi kami tidak muluk-muluk. Nah, rule-nya ini kami jalankan dulu, kemudian bisa enggak dapatkan? Paling tidak, setiap dapil itu ada satu kursi,” ujar Oddang, Sabtu (22/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan Oddang di sela-sela kegiatan konsolidasi organisasi dan rapat teknis Tim Task Force DPC Hanura se-Kaltim yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan.
Menurut Oddang, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari sosialisasi dan penguatan internal kepada pengurus Hanura di tingkat kabupaten/kota. Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, sembilan di antaranya disebut telah siap melakukan pembenahan struktur organisasi.
Pembenahan dilakukan mulai dari kepengurusan tingkat DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga ranting. Hanura tidak ingin struktur yang tercantum dalam administrasi hanya sebatas laporan di atas kertas, tetapi harus sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Tim ini turun, sebenarnya tim percepatan yang dibentuk oleh DPP untuk melihat setelah kita masuk, ada masukan secara administrasi SK. Betul tidak yang ada di SK itu sesuai dengan di lapangan,” jelasnya.
Tim Task Force juga bertugas melihat pola kerja serta kualitas kepengurusan di masing-masing daerah. Dengan begitu, struktur partai diharapkan dapat berjalan efektif sekaligus memiliki target politik yang terukur.
Oddang menegaskan, penguatan struktur menjadi penting karena Hanura harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan verifikasi faktual. Terlebih, Hanura saat ini tidak memiliki keterwakilan di DPR RI sehingga harus mempersiapkan proses tersebut dari awal.
“Target pertama adalah mempersiapkan diri menghadapi verifikasi faktual. Karena kami ini tidak ada di DPR RI, sehingga kami akan ikut dalam kegiatan verifikasi faktual dari nol,” katanya.
Karena itu, koordinasi internal akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh struktur partai benar-benar siap. Menurut Oddang, jangan sampai struktur telah terbentuk namun aktivitas organisasi berhenti di tengah jalan.
“Kami akan selalu berkoordinasi dengan teman-teman secara internal untuk mempersiapkan diri sejauh mana, jangan sampai nanti sudah ini tapi mogok di tengah jalan,” ujarnya.
Selain menghadapi verifikasi faktual, Hanura juga mulai memetakan kekuatan politik di masing-masing dapil. Pengurus didorong memahami target suara yang harus dicapai untuk dapat mengamankan kursi legislatif.
“Paling tidak, setiap dapil itu ada satu kursi,” tegas Oddang. (*)





