Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Kondisi kualitas udara di Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD, terutama bagi anak-anak yang masih beraktivitas di lingkungan sekolah.
Pengurangan kegiatan di luar ruangan dan penggunaan masker dinilai dapat menjadi langkah pencegahan ketika kondisi udara kurang mendukung.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menunggu hingga adanya imbauan resmi untuk melakukan langkah pencegahan.
“Apakah sudah masuk ambang batas atau belum, itu yang tahu dinas terkait. Tapi untuk pencegahan lebih baik,” katanya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kondisi udara yang secara umum masih dianggap layak tidak selalu dirasakan sama oleh setiap orang. Daya tahan tubuh masing-masing individu berbeda, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh.
“Kalau selama ini belum ada imbauan, mungkin masih dianggap layak. Tapi itu layak secara umum. Kalau masing-masing person ya yang ngerasain masing-masing individu,” ujarnya.
Karena itu, Hj Iim secara khusus mengingatkan anak-anak sekolah agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang kurang baik.
Kegiatan yang tidak terlalu penting di luar kelas dinilai dapat dikurangi sebagai langkah pencegahan.
“Pencegahan dari diri sendiri aja harus dilakukan, Kurangi aktivitas di luar, iya..kalau udah selesai jam sekolah, maka sebaiknya langsung pulang saja,” tegasnya.
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan, terutama bagi anak-anak yang harus tetap beraktivitas di luar kelas atau dalam perjalanan menuju dan pulang dari sekolah.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat anak-anak masih berada dalam masa pertumbuhan dan memiliki aktivitas yang cukup tinggi. Dengan mengurangi paparan udara luar ketika kondisi kurang baik, risiko gangguan kesehatan akibat kualitas udara dapat diminimalkan.
Hj Iim juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar apabila tubuh mulai merasakan dampak dari kondisi lingkungan.
“Selama dari dinas kesehatan masih menganggap kualitas udara layak, pastinya..ya..kita kan mengikuti arahannya, kalau misalnya sudah enggak layak, maka sebaiknya gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar,” pungkasnya.





