Seputarkotaku.com, Balikpapan – Sejumlah atlet kota Balikpapan yang bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 lalu, kembali mengeluhkan belum dibayarnya bonus atlet.
Padahal, pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan berjanji akan membayarkan bonus tersebut di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2023.
Menanggapi keluhan para atlet, anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang saat diwawancarai awak media diruang kerjanya, Rabu (15/11/2023) menjelaskan, jika pihaknya di DPRD Kota Balikpapan yang bermitra dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) sudah menanyakan persoalan kapan dibayarkannya bonus atlet di Balikpapan.
Parlin menuturkan pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan OPD terkait dalam hal ini DPOP Balikpapan. Dan terbaru dirinya sudah melaksanakan pertemuan kembali dengan DPOP dan dihadiri juga dari pihak KONI Balikpapan.
“Hasil pertemuannya sudah sepakat persoalan bonus atlet akan diselesaikan di bulan November ini,” ucap Parlin.
Parlin menambahkan, hasil kesepakatan dalam pertemuan tersebut, bonus atlet harus dibayarkan, baik yang berangkat menggunakan dana pribadi, maupun yang berangkat melalui Pemkot Balikpapan. Mengingat anggaran pembayaran bonus atlet sudah di sah kan.
Politisi Nasdem inipun menjelaskan, sempat disampaikan dalam pertemuan, setelah melakukan konsultasi dengan Inspektorat, BPK dan Kejaksaan, bonus atlet bisa dibayarkan sepanjang anggarannya sudah tersedia.
Namun, informasi terbaru yang diterima melalui kepala DPOP Balikpapan, bahwa pihaknya tidak bisa merubah Peraturan Walikota (Perwali), pasalnya pembayaran bonus atlet harus mengacu pada Perwali.
“Jadi bonus atlet yang bisa dibayarkan terlebih dahulu yakni bonus atlet yang ada di dalam list atau diberangkatkan melalui Pemkot Balikpapan,” katanya.
“Kalau yang diluar list atau berangkat sendiri, kemungkinan akan dibayarkan melalui dana hibah KONI ditahun 2024,” sambungnya.
Parlin menyebut, perbedaan waktu pembayaran dikarenakan dampak dari adanya dualisme kepengurusan saat itu, sehingga ada atlet yang diberangkatkan melalui Pemkot Balikpapan dan ada yang berangkat sendiri, akan tetapi semuanya tetap membawa nama kota Balikpapan.
“Ya..ini hanya persoalan waktu saja kapan dibayarkannya, karena pembayaran harus melalui Perwali, karrna kalau tidak melalui perwali bisa menjadi temuan,” tutupnya.(*)





