Dari Waduk hingga Zonasi Sekolah, Aspirasi Warga Diserap Najib Saat Reses

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Persoalan banjir hingga keselamatan anak sekolah menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib, yang digelar di RT 31, kawasan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, Kamis (30/4/2026).

Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.

Bacaan Lainnya

Salah satu isu yang mencuat adalah banjir di wilayah perbatasan RT 76 Batu Ampar dengan RT 32 Gunung Samarinda Baru. Warga menilai, kondisi ini semakin parah saat intensitas hujan meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Najib menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditangani secara menyeluruh, termasuk optimalisasi fungsi waduk.

“Seperti yang disampaikan warga, Waduk Bendali Wonorejo memang harus dioptimalkan, terutama pengoperasian pintu airnya. Ini penting untuk menjaga debit air agar tidak meluap ke permukiman,” ujar Najib.

Selain banjir, warga juga menyoroti minimnya pelatihan tenaga kerja di Balikpapan. Menurut mereka, peningkatan keterampilan sangat dibutuhkan untuk membuka peluang kerja.
Najib merespons hal itu dengan mendorong pemerintah kota agar lebih aktif menghadirkan program pelatihan.

“Kami akan mendorong agar pelatihan tenaga kerja diperbanyak. Ini penting untuk meningkatkan daya saing masyarakat, terutama generasi muda,” katanya.

Keluhan lain datang dari aspek keselamatan lalu lintas, khususnya di kawasan Kilometer 2, tepatnya di depan Masjid Darusalam, yang belum memiliki median jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan anak-anak sekolah saat beraktivitas.

“Ini menyangkut keselamatan. Kami akan usulkan pembangunan median jalan agar anak-anak lebih aman saat berangkat dan pulang sekolah,” tegas Najib.

Warga juga menyoroti lambannya penanganan pohon besar di pinggir jalan yang berpotensi membahayakan, serta lamanya antrean pemasangan air bersih.

Menanggapi hal tersebut, Najib meminta instansi terkait untuk lebih responsif.

“Pohon-pohon yang berisiko harus segera ditangani sebelum menimbulkan bahaya. Begitu juga dengan layanan air bersih, antrean yang terlalu lama harus dievaluasi,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, persoalan zonasi dan kualitas sekolah turut menjadi perhatian warga. Najib menilai, hal ini perlu menjadi evaluasi bersama agar tidak menimbulkan kesenjangan.

“Masalah zonasi dan kualitas pendidikan harus kita benahi. Jangan sampai ada ketimpangan akses pendidikan bagi anak-anak kita,” katanya.

Sementara itu, kondisi jalan utama di sekitar kawasan Gunung Samarinda dan Gunung Samarinda Baru juga dikeluhkan warga karena dinilai kurang layak, terutama sebagai jalur aktivitas pelajar.

Najib memastikan seluruh aspirasi tersebut akan dikawal dalam pembahasan program pembangunan ke depan.

“Semua usulan ini akan kami perjuangkan. Terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat, itu menjadi prioritas,” tutupnya.(*)

Pos terkait