Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Persoalan pelayanan BPJS Kesehatan menjadi keluhan warga yang masih mendominasi jalannya pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, SE.
Kegiatan reses tersebut berlangsung di halaman GPIB Bukit Sion dan dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, unsur Kesra, Kesbangpol, serta jemaat gereja dan organisasi keagamaan di Kota Balikpapan, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Nelly menegaskan bahwa reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka.
“Reses ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Ia juga meminta warga tidak ragu untuk berbicara secara terbuka agar setiap persoalan bisa ditindaklanjuti.
Salah satu isu yang banyak disoroti adalah pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS.
Salah satu warga bernama Emil, mengaku pernah mengalami atau mendengar pasien dipulangkan setelah tiga hari perawatan tanpa penjelasan yang jelas.
Selain itu,, Samuel menyampaikan adanya perbedaan perlakuan antara pasien umum dan pasien BPJS di rumah sakit. Hal ini menurutnya perlu mendapat perhatian.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan BPJS Kesehatan, Panji Guntoro, menegaskan tidak ada aturan yang membatasi rawat inap hanya tiga hari.
“Tidak ada aturan dari BPJS yang mewajibkan pasien pulang setelah tiga hari. Jika ada kejadian seperti itu dan bukan atas permintaan sendiri, silakan dilaporkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbedaan pelayanan yang dirasakan kemungkinan dipengaruhi oleh sistem administrasi dan jumlah pasien BPJS yang cukup besar.
“Peserta BPJS di Balikpapan sudah hampir 99 persen. Jadi memang volume pasien BPJS lebih banyak, ini juga berpengaruh pada pelayanan,” katanya.
Selain masalah kesehatan, warga juga menyampaikan keluhan terkait infrastruktur lingkungan dan dukungan bagi pelaku UMKM.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nelly memastikan akan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan.
“Yang bisa diselesaikan segera akan langsung kami koordinasikan dengan dinas terkait. Sisanya akan kami kawal melalui DPRD,” tutupnya.(*)





