Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) di Kota Balikpapan terus menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman, menilai kehadiran Peraturan Daerah (Perda) tentang lansia nantinya akan menjadi landasan penting untuk memperkuat berbagai program pelayanan dan pendampingan bagi warga lanjut usia.
Menurut Hj Iim, selama ini masih banyak lansia yang membutuhkan ruang aktivitas dan perhatian lebih dari lingkungan sekitar. Karena itu, program-program yang telah berjalan, seperti pelayanan lansia di puskesmas, perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Saya melihat banyak lansia yang sebenarnya membutuhkan kegiatan dan perhatian. Program lansia yang ada di puskesmas menurut saya sudah bagus. Apalagi kalau nanti sudah ada perda yang menguatkan, tentu akan lebih baik lagi,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai mengikuti rapat paripurna di Gran Senyiur Hotel, Senin (15/6/2026).
Selain itu, Hj Iim juga menyoroti persoalan distribusi bantuan sosial kepada lansia. Ia mengakui masih banyak warga lanjut usia yang mengalami kesulitan saat harus mengakses atau mengambil bantuan karena keterbatasan kondisi fisik maupun tidak adanya pendamping.
Untuk itu, pihaknya akan mendorong sosialisasi secara masif hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) agar masyarakat memahami mekanisme pendampingan bagi para lansia yang membutuhkan bantuan.
“Nanti akan kami sosialisasikan sampai ke tingkat RT. Kadang-kadang lansia ini memang harus ada yang menemani. Nah, siapa yang mendampingi, apakah anggota keluarga atau relawan di lingkungan RT, itu yang harus kita dorong bersama,” katanya.
Hj Iim menilai keberadaan relawan sosial di lingkungan masyarakat sangat penting sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan, termasuk lansia. Selain membantu proses pendampingan, relawan juga dapat berperan dalam pendataan warga yang membutuhkan layanan maupun bantuan pemerintah.
Ia mencontohkan masih banyak aksi sosial yang dilakukan relawan secara sukarela di Balikpapan. Salah satunya ketika membantu membuka akses jalan bagi ambulans yang sedang membawa pasien.
“Saya pernah berada di ambulans dan ada relawan yang membantu membuka jalan. Saat itu saya berpikir, ternyata masih banyak masyarakat yang peduli. Karena itu, siapa saja bisa menjadi relawan dan ikut membantu sesama,” ungkapnya.
Selain pendampingan, Hj Iim juga menekankan pentingnya pembaruan data kependudukan agar program-program pemerintah tepat sasaran. Ia meminta pendataan warga, khususnya lansia, dilakukan secara berkala dan lebih akurat dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Data harus terus diperbarui agar mendekati kondisi riil di lapangan. Ini penting supaya bantuan dan program yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Karena itu koordinasi dengan berbagai pihak juga perlu diperkuat,” tutupnya.(*)





