Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan terus menunjukkan daya tarik sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Menjelang operasional penuh IKN, arus investasi di Balikpapan masih terbilang tinggi meski mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengungkapkan realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp3,5 triliun. Data tersebut berasal dari rilis resmi Kementerian Investasi/BKPM untuk periode Januari hingga Maret 2026.
“Ini kita sudah punya data triwulan pertama 2026 dari Kementerian Investasi BKPM dan sudah dirilis resmi. Total investasi yang masuk mencapai Rp3,5 triliun,” ujar Hasbullah Helmi saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2025 lalu. Pada triwulan pertama tahun sebelumnya, nilai investasi di Balikpapan tercatat mencapai Rp5,2 triliun.
“Kalau dibandingkan 2025 memang terjadi penurunan. Tahun lalu triwulan pertama itu Rp5,2 triliun, sekarang Rp3,5 triliun. Jadi ada penurunan sekitar Rp1,9 triliun,” katanya.
Kendati mengalami penurunan, investasi yang masuk dinilai tetap memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Balikpapan. Berdasarkan data DPMPTSP, sebanyak 3.868 tenaga kerja telah terserap dari realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini.
Hasbullah mengatakan, Pemerintah Kota Balikpapan tetap optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp22 triliun dapat tercapai. Terlebih, sejumlah sektor usaha mulai menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang operasional penuh IKN.
“Target investasi tahun ini Rp22 triliun,” ucapnya singkat.
Terkait peluang investasi besar yang ada di tahun ini, Hasbullah menyebut sementara ada rencana investasi yakni pembangunan Plasa 88 yang ada di depan BSCC Dome.
“Investasi yang besar saat ini adanya pembangunan di Plasa 88, itu yang besar saat ini,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung investasi besar lainnya yakni Grand City Balikpapan dengan proyek kawasan komersial dan hunian yang sebelumnya telah menyelesaikan proses perizinan pada tahun lalu.
“Kalau investasi besar yang sudah nyata itu Grand City. Perizinannya sudah selesai tahun kemarin dan tahun ini mulai operasional,” jelasnya.
Helmi berharap pertumbuhan investasi menjelang operasional penuh IKN tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Yang penting investasi masuk, ekonomi bergerak, tenaga kerja terserap, dan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” tutup Helmi.(*)





