Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Tingginya penyebaran penyakit campak di Kota Balikpapan mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, yang ditandai dengan tingginya mobilitas dan interaksi warga.
Menurutnya, campak merupakan penyakit yang mudah menyebar melalui udara. Aktivitas seperti berkumpul, bersalaman, hingga saling berkunjung saat Lebaran berpotensi menjadi media penularan tanpa disadari.
“Banyak orang merasa sudah aman setelah Lebaran, padahal justru di masa inilah kita harus lebih waspada karena gejalanya bisa muncul beberapa hari kemudian,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih kerap mencium bayi saat bersilaturahmi. Menurutnya, langkah sebagian keluarga yang mulai mengimbau agar bayi tidak dicium merupakan bentuk perlindungan penting, mengingat daya tahan tubuh bayi yang masih rentan.
Tak hanya anak-anak, Iim menegaskan bahwa orang dewasa juga memiliki risiko tertular campak, terutama bagi yang belum pernah mendapatkan imunisasi.
“Jangan anggap campak hanya penyakit anak-anak. Kalau belum pernah imunisasi, siapa pun bisa tertular,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan pasca Lebaran. Jika mengalami gejala seperti demam atau muncul ruam, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menurutnya, peran puskesmas dan posyandu sangat penting dalam mendeteksi dini kasus campak. Namun, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran yang lebih luas.
“Kesadaran untuk segera periksa dan saling mengingatkan itu penting. Jangan tunggu sakitnya parah baru mencari bantuan medis,” tutupnya.(*)





