Seputarkotaku.com, Balikpapan – Warga Balikpapan kelahiran era tahun 70 hingga 2000an pasti tidak asing dengan jajanan kuliner seperti Sanggar Kacang Ijo, Gegicak, Getuk, Cenil, Tiwul, Rambut Nenek, Es Wade dan lainnya.
Ya..kuliner tempo dulu yang kini sudah mulai jarang dipasaran lantaran tergerus dengan menjamurnya jajanan kuliner modern, kini bisa kembali dinikmati oleh warga Balikpapan.
Bertajuk “Gebyar Kuliner Tempoe Doeloe” warga Balikpapan kini bisa bernostalgia dengan jajanan tempo dulu yang kini hadir disejumlah lapak dikawasan Balikpapan Barat, atau persis disamping kantor UPTD BPBD Kota Balikpapan.
Gebyar Kuliner Tempoe Doeloe merupakan inisiasi dari LPM Baru Ilir secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwsata Kota Balikpapan dr Ratih Cokorda mewakilo Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE.

Dijumpai awak media, Jumat (1/8/2023). Ketua LPM Baru Ilir Taufik Qul Rahman mengatakan kehadirian jajanan tempo dulu hari ini tidak terlepas dari kontribusi dari Kelurahan Baru Ilir yang membentuk Srikandi LPM Baru Ilir (anggota LPM wanita) yang sangat aktif mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dikatakannya, stand kuliner jajanan tempo dulu ini nantinya akan terus berlanjut, bahkan akan dipatenkan menjadi wisata kuliner yang ada di Balikpapan Barat.
“Kita akan patenkan menjadi wisata kuliner di Balikpapan Barat. Nantinya kita akan gelar sekitar pukul 17.00 Wita secara rutin, mengingat kawasan ini terdapat aktifitas daei ruko, maka kita akan mulai sekitar pukul 17.00 Wita,” katanya.
Taufik menuturkan, terdapat 45 stand kuliner yang disiapkan, dimana semua anggotanya merupakan binaan dari LPM Baru Ilir.
“Gebyar kuliner ini berlangsung selama 3 hari, yakni 1 sampai 3 September 2023 nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Ratih menyampaikan dukungan pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Saya berharap pengusaha kuliner tradisional yang ada di Balikpapan terus semangat menghadapi kompetisi. Terlebih setelah Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim sudah mulai dihuni,” pungkasnya.(*)





