Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menjadi tantangan tersendiri bagi para lulusan baru di Kota Balikpapan. Di satu sisi, kebutuhan tenaga kerja terampil terus meningkat seiring berkembangnya sektor industri, pertambangan, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun di sisi lain, banyak pencari kerja lokal masih terkendala minimnya keterampilan dan pengalaman yang menjadi syarat utama perusahaan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Komisi IV DPRD Kota Balikpapan. Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, menilai pemerintah daerah perlu segera memperkuat fasilitas pelatihan kerja guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Menurut politisi PKB yang akrab disapa Midun itu, hingga saat ini Balikpapan belum memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola oleh pemerintah kota. Padahal, keberadaan BLK dinilai sangat penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi para pencari kerja.
“Anak-anak muda yang baru lulus sekolah sering kali kesulitan mendapatkan pekerjaan karena perusahaan mensyaratkan keterampilan dan pengalaman kerja. Sementara mereka belum memiliki keduanya. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Balikpapan masih mengandalkan pelatihan yang diselenggarakan sektor swasta maupun BLK milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berada di kawasan Sepinggan.
Padahal, kebutuhan tenaga kerja terampil di Balikpapan terus meningkat. Salah satunya berasal dari sektor pertambangan yang membutuhkan operator alat berat hingga mekanik alat berat dalam jumlah cukup besar.
“Permintaan tenaga kerja sebenarnya ada. Tetapi ketika perusahaan membutuhkan operator atau mekanik alat berat, banyak pencari kerja yang belum memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,” katanya.
Karena itu, pihaknya mendorong Pemkot Balikpapan menghadirkan BLK atau fasilitas serupa yang dapat menjadi pusat pengembangan keterampilan bagi para pencari kerja. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga membuka peluang magang dan sertifikasi kompetensi.
Menurut Midun, keberadaan BLK akan menjadi solusi bagi lulusan sekolah yang masih kesulitan menembus pasar kerja karena belum memiliki pengalaman.
“Tujuannya mencetak bibit-bibit tenaga kerja baru yang siap kerja. Jangan sampai setelah lulus sekolah mereka bingung harus ke mana karena tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.
Selain fasilitas pelatihan, DPRD juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi terkait program peningkatan kompetensi yang selama ini diselenggarakan pemerintah.
Ia meminta Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyebarluaskan informasi pelatihan maupun peluang kerja agar dapat dijangkau seluruh masyarakat.
“Kami ingin informasi pelatihan dibuka seluas-luasnya melalui media online maupun media massa. Jangan sampai kesempatan yang ada hanya diketahui oleh kelompok tertentu saja,” tegasnya.
Menurut Midun, transparansi informasi merupakan bagian penting dalam menciptakan kesempatan yang adil bagi seluruh pencari kerja. Dengan akses informasi yang terbuka, masyarakat memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan bersaing di dunia kerja.
Saat ini, BLK Provinsi Kalimantan Timur di Sepinggan masih menjadi salah satu pusat pelatihan yang banyak diminati masyarakat. Berbagai program pelatihan rutin dibuka setiap bulan dengan jurusan yang disesuaikan kebutuhan pasar kerja.
Tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan tersebut, kata Midun, menjadi bukti bahwa kebutuhan peningkatan keterampilan di Balikpapan masih sangat besar.
“Banyak warga yang datang meminta bantuan agar bisa mengikuti pelatihan. Artinya kebutuhan peningkatan skill memang tinggi dan harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Di tengah pesatnya pembangunan daerah dan hadirnya IKN, Komisi IV DPRD Balikpapan menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal tidak bisa lagi ditunda. Pemerintah daerah diminta mengambil langkah konkret agar masyarakat Balikpapan tidak hanya menjadi penonton di tengah terbukanya berbagai peluang kerja baru.
“Jangan sampai peluang kerja yang besar justru diisi tenaga kerja dari luar daerah karena SDM kita belum siap. Pemuda Balikpapan harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu bersaing dan menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” pungkasnya. (*)





