Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Balikpapan langsung bergerak usai kepengurusan periode 2026–2031 resmi dilantik bersama pengurus PKB se-Indonesia di Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta.
Arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menjadi pijakan baru bagi seluruh pengurus untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan peran partai di tengah masyarakat.
Ketua DPC PKB Kota Balikpapan, Michael Adams, mengatakan DPP memberikan instruksi agar seluruh DPC segera menuntaskan pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting. Langkah tersebut dibarengi dengan percepatan regenerasi melalui pemberdayaan kader-kader muda.
“Regenerasi menjadi salah satu fokus utama. Kami diminta segera menyelesaikan struktur organisasi sampai tingkat kecamatan dan kelurahan, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak muda untuk memimpin organisasi,” ujarnya saat menggelar konfrensi persi di Ruang Fraksi PKB kantor DPRD Balikpapan, Senin (27/7/2026).
Menurut Michael, regenerasi bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi strategi PKB agar mampu mengikuti perubahan zaman dan lebih dekat dengan aspirasi masyarakat.
Ia menjelaskan, DPP bahkan mendorong agar pengurus di tingkat ranting didominasi kader berusia di bawah 35 tahun. Sementara kader senior tetap berperan sebagai pembimbing agar pengalaman dan regenerasi berjalan beriringan.
“Anak muda memiliki keunggulan dalam inovasi, penguasaan teknologi, dan memahami isu-isu terkini. Itu sebabnya mereka harus diberikan ruang lebih besar untuk memimpin,” katanya.
Selain pembenahan struktur partai, Michael mengungkapkan, arahan DPP PKB juga menekankan agar seluruh kader PKB hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Karena itu, DPC PKB Balikpapan akan memperkuat fungsi advokasi dengan melibatkan kader, anggota legislatif, hingga kalangan profesional, termasuk sarjana hukum, untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat.
“Kami ingin setiap persoalan masyarakat mendapat perhatian. Baik persoalan hukum maupun persoalan sosial akan kami coba dampingi. Kehadiran partai harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Di sisi lain, hasil pelantikan juga menegaskan komitmen PKB dalam mengawal ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi salah satu identitas partai. Michael menilai konsep tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong penguatan sektor produktif masyarakat.
Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan lebih serius membangun UMKM yang berbasis produksi, terutama di sektor perikanan yang dinilai memiliki potensi besar.
“Balikpapan memiliki sumber daya kelautan yang melimpah. Jangan hanya menjadi kota jasa atau distribusi, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan pelabuhan perikanan yang representatif, penyediaan cold storage, hingga sentra pengolahan hasil laut akan menjadi kunci agar Balikpapan dapat berkembang sebagai pusat ekonomi perikanan di kawasan Indonesia Tengah.
Michael menambahkan, pembangunan daerah seharusnya tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui tumbuhnya UMKM, terbukanya lapangan kerja, dan menguatnya ekonomi kerakyatan.
“Itu yang menjadi pesan utama Ketua Umum kepada seluruh pengurus PKB. Partai harus hadir di tengah masyarakat, mengawal persoalan rakyat, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat kecil,” pungkasnya. (*)





