Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj Iim Rahman, menggelar kegiatan Serap Aspirasi (reses) di lingkungan RT 72, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Laode Nasir, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3), unsur Kecamatan Balikpapan Tengah, Kelurahan Karang Rejo, para ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Hj Iim menegaskan bahwa pelaksanaan reses kali ini lebih difokuskan pada pembahasan pengelolaan sampah dan ketahanan pangan masyarakat.
Ia menyampaikan, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga tahun 2028 mendatang. Karena itu, menurutnya diperlukan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang.
“Kalau sampah bisa dikelola dari tingkat bawah, khususnya sampah organik, maka dapat diolah menjadi pupuk dan dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain itu, Hj Iim juga menyoroti keterbatasan lahan kosong di wilayah perkotaan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif seperti cabai, terong, dan jenis tanaman lainnya.
“Kalau mencari lahan kosong saat ini memang sangat sulit. Karena itu saya mengimbau bapak dan ibu memanfaatkan pekarangan sempit di rumah untuk menanam tanaman yang bermanfaat,” imbuhnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan lingkungan. Salah satunya disampaikan Ketua RT 78, Budi Santoso, yang mengusulkan pelebaran dan pengecoran Gang Wiraswasta karena kondisi jalan dinilai terlalu sempit dan mengalami penyempitan di bagian ujung jalan sehingga menghambat akses masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat merealisasikan pelebaran dan pengecoran jalan lingkungan demi kenyamanan serta keselamatan warga,” ungkap Budi.
Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga mempertanyakan berbagai bentuk bantuan dari Dinas Pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian skala rumah tangga, mulai dari bantuan bibit, pupuk, hingga pendampingan teknis.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj Iim menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya menanam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan, mengurangi polusi udara, memperindah kawasan permukiman, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun kemandirian pangan dari tingkat keluarga.
“Terkait berbagai usulan yang telah disampaikan masyarakat hari ini, akan kami perjuangkan dan kawal di DPRD Kota Balikpapan agar dapat masuk dalam program pembangunan dan direalisasikan sesuai skala prioritas,” pungkasnya. (*)





