Setahun Mengaji, Jemaah Kerta PWRI Balikpapan Tuntaskan 30 Juz Al-Qur’an

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Rutinitas pengajian yang dijalankan Kerukunan Wanita (Kerta) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Balikpapan selama kurang lebih satu tahun akhirnya mencapai satu momen penting.

Jemaah pengajian Selasa berhasil menuntaskan bacaan Al-Qur’an sebanyak 30 juz melalui kegiatan khatmil Qur’an yang digelar Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Kerta PWRI Kota Balikpapan, Nana Suparto, mengatakan khatmil Qur’an tersebut merupakan hasil dari kegiatan mengaji yang dilakukan secara rutin setiap pekan. Para jemaah membaca Al-Qur’an secara tartil hingga akhirnya menyelesaikan seluruh 30 juz.

Ia menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang selama ini dibangun di lingkungan Kerta PWRI.

“Tadi itu kegiatan khatmil Qur’an, artinya kita menamatkan 30 juz. Kurang lebih selama satu tahun kita mengaji dengan tartil, dan akhirnya jemaah Selasa bisa menyelesaikannya,” ujar Nana, Selasa (22/9/2026).

Menurut Nana, kegiatan pengajian di Kerta PWRI selama ini terbagi dalam dua kelompok, yakni jemaah Selasa dan jemaah Rabu. Keduanya memiliki karakteristik peserta yang berbeda.

Jemaah Selasa bersifat lebih umum. Pesertanya tidak hanya berasal dari lingkungan PWRI, tetapi juga melibatkan istri pegawai, pegawai maupun mantan pegawai atau pensiunan PNS, serta teman-teman lama Nana dari berbagai jenjang pendidikan.

“Kalau jemaah Selasa itu umumnya lebih umum. Ada istri-istri pegawai, pegawai, mantan pegawai atau mantan PNS. Ada juga teman-teman saya dari SD, SMP, SMA sampai teman kuliah yang bergabung,” jelasnya.

Sedangkan pengajian yang berlangsung setiap Rabu lebih banyak diikuti masyarakat dari lingkungan sekitar. Pesertanya berasal dari teman, tetangga, maupun orang-orang yang berada di sekitar lingkungan mereka.

Meski demikian, pola pengajian kedua kelompok tersebut tidak sepenuhnya sama. Nana mengatakan jemaah Rabu selama ini juga sudah sering melakukan khataman dengan cara membagikan juz untuk dibaca dari rumah masing-masing.

“Kalau hari Rabu itu lebih untuk masyarakat, teman-teman dan tetangga. Mereka juga sering mengirim juz untuk dibaca di rumah, kemudian nanti kita khatam Al-Qur’an bersama. Hanya saja, untuk khatam 30 juz secara langsung di kantor ini, jemaah Selasa yang lebih dulu,” katanya.

 

Karena itu, kegiatan yang digelar kali ini sengaja menggabungkan jemaah Selasa dan Rabu. Selain menjadi bentuk syukur atas keberhasilan jemaah Selasa menyelesaikan 30 juz, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan kedua kelompok pengajian.

Rangkaian acara turut diisi kajian keagamaan dengan menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Syekh Maulana dan Habib Ali Al-Habsyi.

Menurut Nana, kegiatan tersebut juga dikemas dengan suasana yang berbeda. Salah satunya dengan adanya dekorasi menyerupai pelaminan. Bagi Nana, dekorasi tersebut bukan sekadar untuk memperindah kegiatan, tetapi menjadi bagian dari upaya memberikan semangat kepada jemaah yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.

“Kita ingin mengagungkan dan memberikan semangat kepada jemaah yang sudah menghatamkan 30 juz. Jadi ada rangkaian kegiatan dan kajian, termasuk menghadirkan Syekh Maulana dan Habib Ali Al-Habsyi,” tuturnya.

Kegiatan membaca Al-Qur’an di Kerta PWRI bukan kegiatan yang baru dilakukan. Nana mengatakan pengajian tersebut sudah menjadi agenda rutin yang berlangsung setiap bulan.

Dalam satu bulan, kegiatan pengajian digelar sebanyak delapan kali. Empat kali dilaksanakan setiap Selasa dan empat kali pada Rabu.

Rutinitas tersebut kemudian dilengkapi dengan pembelajaran Al-Qur’an, khususnya melalui program tahsin. Jemaah tidak hanya diarahkan untuk membaca hingga selesai, tetapi juga belajar memperbaiki kualitas bacaan.

“Program kita salah satunya adalah tahsin. Kalau kita bekerja sama dengan Al-Haq, kita belajar tentang panjang pendek bacaan, tajwid dan bagaimana membaca Al-Qur’an dengan benar,” kata Nana.

Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah guru yang memberikan pembelajaran kepada jemaah. Nana menyebut nama Bu Tien Sumarni dan Bu Zubaidah sebagai guru yang turut membimbing jemaah dalam pembelajaran Al-Qur’an.

“Jadi ada guru kita Bu Tien Sumarni, kemudian ada Bu Zubaidah. Ada tiga pembelajaran Al-Qur’an yang kita jalankan. Alhamdulillah, dari pembelajaran itu akhirnya jemaah Selasa bisa menamatkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Nana menilai keberhasilan menuntaskan 30 juz tidak terlepas dari konsistensi para jemaah mengikuti pengajian. Selama kurang lebih satu tahun, mereka duduk bersama setiap Selasa untuk membaca Al-Qur’an secara bertahap.

“Ini benar-benar kita lakukan bersama. Setiap Selasa kita duduk dan mengaji. Setelah satu tahun, baru sekarang tamat. Alhamdulillah,” katanya.

Selain mempertahankan pengajian yang sudah berjalan, PWRI Balikpapan juga mulai membuka ruang bagi pengembangan pengajian khusus laki-laki.

Nana mengatakan saat ini sudah terdapat beberapa peserta laki-laki yang mengikuti pengajian. Mereka di antaranya merupakan mantan PNS yang memiliki keinginan untuk ikut belajar dan membaca Al-Qur’an.

Karena jumlahnya masih sedikit, peserta laki-laki tersebut untuk sementara bergabung dengan jemaah Selasa.

“Laki-lakinya ada juga, seperti Pak Robi dan Pak Astani. Mereka mantan PNS. Memang ada niat untuk membuka pengajian laki-laki, tetapi karena sekarang masih sedikit, kita gabung dulu,” ungkapnya.

Ke depan, pengajian laki-laki tersebut diharapkan dapat berkembang sehingga bisa memiliki kelompok tersendiri.

“Kalau nanti jumlahnya sudah banyak, kita akan pisahkan. Jadi misi ke depan memang ada pengajian laki-laki di hari Selasa,” tambahnya.

Nana juga menegaskan bahwa kegiatan pengajian Selasa tidak hanya diperuntukkan bagi anggota PWRI. Masyarakat umum yang ingin belajar membaca Al-Qur’an dipersilakan untuk bergabung.

Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kerta PWRI menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana syiar di tengah masyarakat.

“Kita tidak menutup untuk masyarakat yang lain. Silakan datang di hari Selasa. Kita terbuka untuk umum. Kalau Rabu memang khusus untuk mantan PNS,” tegasnya.

Dengan selesainya 30 juz oleh jemaah Selasa, Nana berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian. Kegiatan membaca Al-Qur’an, tahsin, kajian dan pengajian diharapkan terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang ikut bergabung.

“Artinya kita ini memang syiar. Kita ingin kegiatan ini terus berjalan dan bisa memberikan semangat kepada jemaah. Mudah-mudahan nanti jemaah Rabu juga menyusul menamatkan Al-Qur’an,” pungkas Nana. (*)

Pos terkait