Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Perang terhadap kejahatan berdampak besar menjadi wajah utama kinerja Kepolisian Daerah Kalimantan Timur sepanjang 2025.
Mulai dari tambang ilegal yang merusak lingkungan hingga peredaran narkotika skala besar yang mengancam generasi muda, menjadi fokus penegakan hukum Polda Kaltim selama setahun terakhir.
Dalam Rilis Akhir Tahun yang digelar di Mapolda Kaltim, Selasa (30/12/2025). Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Triantoro menegaskan bahwa kejahatan dengan dampak luas terhadap lingkungan, keuangan negara, dan stabilitas sosial menjadi prioritas utama kepolisian.
Salah satu capaian menonjol adalah penindakan terhadap tambang ilegal. Sepanjang 2025, Polda Kaltim bersama tim gabungan berhasil mengungkap sedikitnya delapan kasus pertambangan tanpa izin di berbagai wilayah Kalimantan Timur, termasuk kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penindakan tersebut meliputi aktivitas penambangan batu bara ilegal, pengangkutan hasil tambang tanpa dokumen resmi, hingga operasi tambang di kawasan hutan dan area terlarang.
Dari pengungkapan itu, polisi menyita alat berat dan kendaraan pengangkut serta menetapkan sejumlah tersangka, dengan potensi kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah.
Tak kalah serius, ancaman narkotika juga menjadi perhatian utama. Sepanjang 2025, Polda Kaltim mengungkap 1.611 kasus narkotika. Meski jumlah perkara menurun 277 kasus dibandingkan tahun sebelumnya, volume barang bukti justru meningkat signifikan.
Polisi menyita 5,1 kilogram sabu-sabu, naik dari 4,82 kilogram pada 2024, ganja sebanyak 136 kilogram dari sebelumnya 99 kilogram, serta 6.724 butir ekstasi, melonjak drastis dibandingkan 2.819 butir pada tahun lalu.
“Ini menunjukkan jaringan narkotika yang kami hadapi semakin terorganisir dan berskala besar. Karena itu, strategi penindakan terus kami perkuat,” ujar Endar.
Dari sisi internal, Polda Kaltim mencatat tren pembenahan yang cukup positif. Pelanggaran pidana oleh personel Polri turun tajam dari 23 kasus pada 2024 menjadi 8 kasus di 2025. Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri juga menurun, dari 91 kasus menjadi 84 kasus.
Namun, pelanggaran disiplin justru mengalami kenaikan tipis dari 112 menjadi 118 kasus. Kondisi ini, menurut Kapolda, tetap menjadi fokus pembinaan internal ke depan.
Sementara itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menunjukkan dinamika tersendiri. Sepanjang 2025, tercatat 7.900 gangguan kamtibmas, meningkat sekitar 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.532 kasus.
Lonjakan signifikan juga terjadi pada kecelakaan lalu lintas, dari 593 kasus pada 2024 menjadi 851 kasus di 2025. Dampaknya, jumlah korban luka ringan bertambah 274 orang, korban luka berat meningkat 20 orang, dan korban meninggal dunia naik satu orang.
Di sisi lain, penegakan hukum lalu lintas diperketat. Meski jumlah pelanggaran lalu lintas turun sekitar 7 persen menjadi 5.335 pelanggaran, jumlah penindakan melalui tilang justru meningkat hingga 1.513 perkara.
Sepanjang tahun ini, Polda Kaltim juga menangani sejumlah kasus menonjol lainnya, mulai dari pembunuhan berencana, kekerasan seksual berbasis daring (online grooming), pengungkapan jaringan narkoba lintas negara yang melibatkan warga asing, hingga dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp10,8 miliar.
Berbagai operasi kepolisian turut digelar guna menjaga stabilitas keamanan daerah, di antaranya Operasi Keselamatan Mahakam, Operasi Pekat Mahakam, Operasi Ketupat Mahakam, Operasi Patuh Mahakam, Operasi Antik Mahakam, Operasi Zebra Mahakam, Operasi Lilin Mahakam 2025, serta Operasi Nusantara Mahakam dalam rangka pengamanan kawasan IKN.
Menutup paparannya, Kapolda Kaltim menegaskan komitmen institusinya untuk terus memperkuat penegakan hukum, meningkatkan profesionalisme personel, serta memastikan kehadiran Polri yang responsif dan berkeadilan bagi masyarakat.(*)





