Alwi Al Qadri Sebut Butuh Anggaran Rp2 Triliun Atasi Banjir di Balikpapan

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Persoalan banjir di Kota Balikpapan diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp2 triliun untuk penanganan menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri saat diwawancarai awak media, Jumat (20/2/2026).

Bacaan Lainnya

Alwi menuturkan angka tersebut tidak mungkin dituntaskan sekaligus hanya dengan mengandalkan kemampuan APBD kota.

Meski mendukung penuh arah pembangunan yang disusun pemerintah kota, Alwi menekankan penanganan banjir tetap menjadi prioritas utama.

Menurutnya, secara umum perkembangan Kota Balikpapan menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Berbagai program pembangunan berjalan cukup baik dan berdampak pada peningkatan kualitas kota.

“Kalau melihat permasalahan yang ada di Kota Balikpapan, Alhamdulillah makin hari dari tahun ke tahun sudah sangat baik,” ucap Alwi.

Namun ia mengingatkan, persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan komitmen anggaran jangka panjang.

“Penanganan banjir ini nominalnya cukup besar, mungkin sekitar Rp2 triliun. Sementara yang baru kita anggarkan kurang lebih sekitar Rp200 miliar, ibaratnya baru 10 persen,” jelasnya.

Alwi menegaskan, penyelesaian banjir harus dilakukan secara bertahap. Dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan.

Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa skala anggaran menjadi tantangan utama.

“Kadang masyarakat bertanya kenapa banjir tidak bisa langsung selesai. Ya karena angkanya Rp2 triliun itu bukan angka kecil. Tidak mungkin langsung habis dari APBD kita, tentu harus ada bantuan dari pusat maupun provinsi,” katanya.

Selain banjir, Alwi menilai kinerja sektor lain seperti pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah berjalan cukup baik dan patut dipertahankan.

Terkait usulan pembangunan akses jalan di Balikpapan Barat, tepatnya dari belakang SMA Negeri 8 hingga tembus ke kawasan Bedali dengan estimasi anggaran sekitar Rp10 miliar, DPRD akan melakukan kajian mendalam sebelum menyetujui alokasi anggaran.

“Nanti kita pelajari dulu usulannya, termasuk soal anggarannya. Jangan sampai terlalu besar sehingga mubazir, tapi juga jangan terlalu kecil sehingga tidak efektif,” tuturnya.(*)

Pos terkait