Hj Iim Rahman Gelar Dialog Warga, Dorong Digitalisasi Kearsipan di Masyarakat

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj Iim Rahman S.Pd.I., menggelar Dialog Warga bertema “Membangun Ketahanan Informasi Keluarga Melalui Digitalisasi Arsip di Era Cerdas Kota Balikpapan” di Kantor LNC Balikpapan, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri para guru, tenaga pendidik PAUD, serta masyarakat umum. Dialog berlangsung interaktif dengan fokus pada pentingnya pengelolaan arsip keluarga sebagai bagian dari ketahanan informasi di era digital.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Iim Rahman memperkenalkan perannya di Komisi IV DPRD Balikpapan yang membidangi kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, hingga pemuda dan olahraga.

“Saat ini saya di Komisi IV yang menangani kesehatan, termasuk BPJS, serta pendidikan hingga jenjang SMP. Untuk SMA itu kewenangan provinsi, begitu juga sekolah untuk anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Ia menyoroti masih terbatasnya fasilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Balikpapan. Meski menjadi kewenangan provinsi, pihaknya tetap mendorong agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di tingkat kota.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman

“Kami tetap menyuarakan agar di Balikpapan ada sekolah khusus ABK. Karena jumlahnya cukup banyak, tetapi fasilitasnya belum memadai,” katanya.

Lebih lanjut, Iim menjelaskan alasan mengangkat tema arsip dalam dialog tersebut. Ia menilai pengelolaan arsip keluarga masih sering diabaikan, padahal memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan.

“Arsip ini sering terlupakan. Padahal satu OPD dengan perpustakaan, tetapi kegiatannya lebih banyak fokus ke perpustakaan. Arsip jarang disinggung,” jelasnya.

Ia mencontohkan berbagai peristiwa seperti bencana alam, kebakaran, maupun banjir yang berpotensi menyebabkan hilangnya dokumen penting keluarga.

“Bayangkan kalau terjadi bencana, berapa banyak arsip yang hilang. Maka penting bagi kita mulai mengarsipkan dokumen keluarga dengan baik, bahkan secara digital,” tegasnya.

Iim juga membagikan pengalaman yang membuka wawasannya terkait pentingnya arsip, ketika seorang anak kesulitan mencari ijazah lama saat proses rekrutmen kerja.

“Kadang bukan ijazah terakhir yang dilihat, tetapi justru dokumen awal seperti ijazah TK. Itu menunjukkan karakter dan proses pendidikan seseorang,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, untuk mulai mengelola arsip secara tertib dan berkelanjutan.(*)

Pos terkait