Daeng Lala Geram, Keluhan Warga Terdampak Pembangunan RS Sayang Ibu Tak di Respon Pemkot Balikpapan

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H Baharuddin Daeng Lala, melontarkan kritikan keras kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang dinilai lamban merespons berbagai keluhan warga terdampak pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat.

Menurut Daeng Lala karib disapa,  dirinya hampir setiap hari menerima laporan dari Ketua RT maupun warga terkait berbagai persoalan lingkungan yang muncul sejak dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Keluhan yang disampaikan mulai dari kerusakan rumah warga akibat aktivitas pemancangan hingga rusaknya akses jembatan yang menjadi jalur utama masyarakat setempat.

“Saya hampir setiap hari menerima laporan dan keluhan dari warga. Mereka sangat resah karena sampai hari ini belum ada respons nyata dari pemerintah terhadap dampak yang mereka rasakan akibat pembangunan RS Sayang Ibu,” ujar Daeng Lala saat dihubungi awak media ini, Rabu (3/6/2026).

Ia mengungkapkan, sejumlah rumah warga mengalami retak-retak yang diduga dipicu aktivitas konstruksi proyek. Namun hingga kini, persoalan tersebut belum mendapatkan penyelesaian yang jelas dari pihak terkait.

Tidak hanya itu, Daeng Lala juga menyoroti kondisi jembatan di RT 16 Kelurahan Baru Ulu, persis disamping pembangunan RS Sayang Ibu yang disebut mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Jembatan akses warga sudah sangat memprihatinkan. Kondisinya hampir roboh dan sudah beberapa kali menyebabkan warga terjatuh. Bahkan ada anak-anak yang jatuh ke laut akibat kerusakan jembatan tersebut. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan jiwa masyarakat,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, H Baharuddin Daeng Lala (foto/Ariel-seputarkotaku) 

Politisi NasDem yang dikenal vokal itu mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bahkan, berbagai dokumentasi berupa foto dan video kerusakan telah diteruskan kepada Sekretaris Daerah, Asisten I, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Kesehatan Kota, hingga Dinas Perumahan dan Permukiman.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan laporan lengkap beserta foto dan video kerusakan yang terjadi. Semua sudah saya teruskan ke Sekda, Asisten I, Kadis DPU, Kadis Kesehatan, dan Disperkim. Tetapi sampai sekarang belum terlihat langkah konkret yang dilakukan untuk menjawab keresahan warga,” katanya.

Daeng Lala menegaskan dirinya mendukung penuh program pembangunan fasilitas kesehatan yang dilakukan Pemkot Balikpapan. Namun, dukungan tersebut tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat yang terdampak langsung oleh proyek pembangunan.

“Kami mendukung pembangunan RS Sayang Ibu karena itu untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. Tetapi jangan sampai pembangunan itu mengorbankan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kepentingan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Ia pun mendesak Pemkot Balikpapan segera turun tangan melakukan penanganan terhadap berbagai kerusakan yang dikeluhkan warga serta memastikan adanya tanggung jawab dari pihak-pihak terkait atas dampak yang ditimbulkan proyek tersebut.

“Kalau laporan warga terus masuk setiap hari dan tidak ada tindakan nyata, tentu ini akan menimbulkan pertanyaan besar terhadap keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakatnya sendiri. Jangan sampai warga merasa ditinggalkan ketika menghadapi dampak pembangunan yang dilakukan pemerintah,” pungkas Daeng Lala.(*)

Pos terkait